Menyambut Hari Kartini Dengan Film Kartini


Selamat Hari Kartini untuk Ibu Kartini yang sudah tenang di sisi-Nya.
Selamat Hari Kartini untuk wanita pejuang emansipasi dimanapun kalian berada.
Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita di Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, komunitas yang saya ikuti yaitu Earth Hour Malang diundang oleh Komunitas Penggerak Pecinta Film Indonesia (KPPFI) untuk sama-sama menonton film Kartini yang disutradarai Hanung Bramantyo. Tanpa fikir panjang, karena lagi bosen skripsian dan juga penasaran sama filmnya, akhirnya saya memutuskan untuk menonton.

Dari Wagir Hingga Riverside



Haloo, saya kembali lagi setelah sebulan tidak menjamah blog ini dengan sebuah cerita saya di hari Minggu kemarin.

Jadi Minggu, 9 April 2017 kemarin saya dan teman-teman kabinet dari EHM rapat. Rapatnya rada beda dari biasanya. Yah biasanya kami rapat di cafe atau di taman tapi hari itu kami memutuskan untuk rapat di salah satu rumah teman kami yaitu Aldike.

Kami bersepuluh dengan anggota Mbak Ilma, Tiara, Salsa, Amanda, Ogix, Frido, Fikri, Mas Dimbo dan Saya berangkat ke rumah Dike sekitar pukul 9 yang sebelum itu ada drama nunggu Frido (like as usual doi selalu telat) di pom bensin jam set 7 janjiannya tapi baru berangkat jam set 8. Kami gak langsung kerumah Dike, tapi kami Salsa dulu soalnya cuma Salsa yang tau rumahnya Dike. Setelah sampai dirumahnyas Si Salsa kami gak langsung cuss ke rumah Dike karena kami sarapan dulu. Biasalah awalnya enggak, enggak, eh giliran satu orang ambil sarapan yang lainnya ngikut ya udah deh pada sarapan semuanya. Setelah sarapan itulah kami baru berangkat yang bener-bener berangkat.

40 km/jam : Prolog



Malang sore itu terasa syahdu, ketika Rere memutuskan untuk menghabiskan sorenya di kedai langgannya dulu di pojokkan Jalan Patimura. Sudah lama Rere tidak berkunjung ke kedai kopi itu. Sekarang atau empat tahun lalu, kedai kopi itu terasa masih sama tak ada yang berubah. Hot chocolate dan Green tea lattenya masih seenak dulu. Suasana tenang yang kedai itu ciptakan juga masih sama dengan empat tahun lalu. Bahkan, senja di kedai itupun masih sama dengan empat tahun lalu.

Sesuatu yang membuatnya terasa berbeda adalah dulu, empat tahun lalu, ada seseorang yang selalu menemani Rere untuk sekedar mengobrol dan menghabiskan senja di kedai tersebut. Rere sendiri tak tau kemana perginya dia yang selalu menemaninya pergi ke kedai kopi itu. Sudah hampir empat tahun dia menghilang. Rere tak mengetahui dimana keberadaannya terlebih lagi kabarnya. Dia seakan menghilang bersama dengan kenangan masa lalu Rere.

40 km/jam : Say Hi !

hehehe, pengen nyoba nulis cerita menye-menye di blog ini. Semoga saya konsekuen ya.
emang udah tiga kali nulis kaya gini, tp mentok mentoknya gak jadi nulis cuma sampai sini aja.
semoga yg ini gak kaya gitu ya hehe



SEMANGAT !!!

Serumah.com, solusi mencari kamar sesuai keinginanmu


Serumah.com 
Kemarin tiba-tiba Abah kosan saya mengumpulkan anak-anak kosan. Gak biasanya Abah tiba-tiba ngumpulin kita dan sepertinya ada sesuatu yang harus banget di bahas. Setelah semuanya berkumpul, bener aja kalo memang ada sesuatu yang akan di bahas.

Apakah itu?

Ternyata oh ternyata, kosan saya akan berpindah kepemilikan. Singkatnya sih, Abah yang punya hampir 8 kosan ini menjual kosnya yang kebetulan yang laku ke jual adalah kos yang saya tempati sekarang. Oleh karena itu, abah mengumpulkan kita semua untuk perpisahan.