40 km/jam : Prolog



Malang sore itu terasa syahdu, ketika Rere memutuskan untuk menghabiskan sorenya di kedai langgannya dulu di pojokkan Jalan Patimura. Sudah lama Rere tidak berkunjung ke kedai kopi itu. Sekarang atau empat tahun lalu, kedai kopi itu terasa masih sama tak ada yang berubah. Hot chocolate dan Green tea lattenya masih seenak dulu. Suasana tenang yang kedai itu ciptakan juga masih sama dengan empat tahun lalu. Bahkan, senja di kedai itupun masih sama dengan empat tahun lalu.

Sesuatu yang membuatnya terasa berbeda adalah dulu, empat tahun lalu, ada seseorang yang selalu menemani Rere untuk sekedar mengobrol dan menghabiskan senja di kedai tersebut. Rere sendiri tak tau kemana perginya dia yang selalu menemaninya pergi ke kedai kopi itu. Sudah hampir empat tahun dia menghilang. Rere tak mengetahui dimana keberadaannya terlebih lagi kabarnya. Dia seakan menghilang bersama dengan kenangan masa lalu Rere.

40 km/jam : Say Hi !

hehehe, pengen nyoba nulis cerita menye-menye di blog ini. Semoga saya konsekuen ya.
emang udah tiga kali nulis kaya gini, tp mentok mentoknya gak jadi nulis cuma sampai sini aja.
semoga yg ini gak kaya gitu ya hehe



SEMANGAT !!!

Serumah.com, solusi mencari kamar sesuai keinginanmu


Serumah.com 
Kemarin tiba-tiba Abah kosan saya mengumpulkan anak-anak kosan. Gak biasanya Abah tiba-tiba ngumpulin kita dan sepertinya ada sesuatu yang harus banget di bahas. Setelah semuanya berkumpul, bener aja kalo memang ada sesuatu yang akan di bahas.

Apakah itu?

Ternyata oh ternyata, kosan saya akan berpindah kepemilikan. Singkatnya sih, Abah yang punya hampir 8 kosan ini menjual kosnya yang kebetulan yang laku ke jual adalah kos yang saya tempati sekarang. Oleh karena itu, abah mengumpulkan kita semua untuk perpisahan.

Pesona Pantai Batu Bengkung, Wedi Klopo, dan Ngopet dalam Satu Garis Pantai


Finally, saya bisa nulis lagi
Kaya merasa berdosa Desember sudah selesai dan tahun sudah berganti baru tapi tak kunjung menulis di blog ini. Maafkan saya yang hanya manusia biasa ini. Mau alesan ngejar dosen buat acc kayanya kok pada bosen ya denger alasan-alasan saya ini.

Jadi langsung saja ke ceritanya...

Lalala Fest-nya anak Djanda di Coban Talun


Lalala fest
Masih inget cerita yang ini Ramadhan Penuh Berkah?
Nah, jumat sabtu (28-29 Oktober 2016) kemarin para anggota dari Djanda termasuk saya pergi bercamping ke Coban Talun. Hal ini berawal dari obrolan iseng di Soto Babon ITN yang menimbulkan perdebatan mengenai hari dan tempat bercamping yang akhirnya kami sepakat untuk bercamping di Coban Talun.

Perjalanan ke Coban Talun tidak semulus rencana kami. Awalnya kami yang bersekapat berkumpul di Kos Fikri selesai Jumatan ternyata ada dua anggota yaitu Ogix dan Mas Galih yang tidak bisa ikut berangkat selesai jumatan karena pekerjaan mereka. Jadi, siang itu Ira Fikri, Fachri dan saya berangkat terlebih dahulu untuk mencari tempat dan membangun tenda.