1000 Guru untuk 1000 Harapan dan Cita – cita

by - 12.15.00

Adek-adek SDN Tanggunggunung 4 Tulungagung

Satu Hati, Cipta Aksi, Selalu Berbagi !!!

Rasanya masih terngiang-ngiang jargon penuh semangat dari 1000 Guru Malang (more info : http://seribuguru.org/) tersebut. Masih belum percaya kalau Travelling and Teaching ke 1000 Malang sudah selesai. Masih belum percaya kalau saya diberi kesempatan buat ikut berkontribusi dalam acara tersebut. Dan masih belum percaya kalau saya lolos dari ratusan orang hebat yang mendaftar.

Seneng, seneng banget bisa ikutan kegiatan tersebut mengingat setelah beberapa kali gagal ikut karena memang jadwal yang gak cocok, akhirnya di Travelling and Teaching ke 5 1000 Guru Malang saya diberikan kesempatan untuk ikut. You knowlah yang saya rasain :p

JUMAT, 15 JANUARI 2016

Sebelum berangkat

Sesuai dengan kesepakatan, Jumat pukul 15.00 WIB semua dari tim 1000 guru yang terpilih berkumpul di meeting point tepatnya di gerbang UM. Seharusnya saya tidak telat, tapi kenyataannya saya telat gara-gara si SB saya yang gak bisa di packing. Giliran selesai di packing sayanya capek dan ketiduran. Dasar pelor memang ya, aaaah sudahlaaaah skip aja ini gak penting.

Singkat cerita sih, kami berangkat setelah semua berkumpul. Kebetulan saya dapat bagian di truck kedua. Oh iya, kami ke Tulungagungnya naik truck tentara gitu. Jangan ditanya, semriwing semriwing gitu deh. Masuk angin? Awalnya takut, tapi udah antisipasi dong. Di truck kedua ini lumayan rame sama kakak-kakak cowoknya, semua pada sok akrab gitu deh cerita ini itu. Saya karena baru gabung jadi Cuma bisa menjadi pendengar setia, hehehe

Setelah 4-5 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Tulungagung. Sesampainya disana kami tim 1000 guru Malang sudah disambut dengan tari jaranan yang ditariin sama adek-adek dan warga sekitar. Belum selesai ngelihat tari jaranan, kami di persilakan untuk makan. Waaah, baru datang kami sudah disambut baik sama warga sekitar. Makanannya special lagi, ayam pedas khas Tulungagung, hehehe

Penyambutan dengan tari Jaranan

Karena sudah cukup malam, akhirnya saya dan teman-teman 1000 guru yang perempuan memutuskan untuk pergi beberes dan tidur. Eeh, ketika saya sudah siap untuk bobok ternyata masih ada kakak-kakak yang sibuk mempersiapkan alat buat ngajar besok. Wah, semangat sekali kakak-kakak ini. Untung alat ngajar saya sudah siap, jadi saya siap untuk tidur. Dan ketika mata sudah siyat-siyut, Kak Dien tiba-tiba ngajak ngobrol dan yang paling mengejutkan adalah Kak Dien mantan anak kosan saya. Cocok deh, kita cerita dan gosip sampe mau pagi.

SABTU, 16 JANUARI 2016

Satu Hati, Cipta Aksi, Selalu Berbagi !!!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba, waktunya kami kakak volunteer untuk mengajar, berbagi cerita dan pengalaman bersama adek-adek SDN Tanggunggunung 4 Tulungagung. Acara pagi itu diawali dengan senam bareng, seneng banget ngelihat adek-adeknya exited banget. Setelah senam selesai waktunya ngajar dimulai. Saya bersama dengan Kak Intan, Kak Dodi, dan Kak Pras dapat bagian untuk ngajar kelas dua. Di kelas dua jumlah siswanya ada 8, tapi satu pindah sekolah ke filipina ikut orang tuanya kerja dan kebetulan satu lagi sedang sakit, jadi yang tersisa tinggal 6 siswa, tiga cowok dan tiga cewek. Sedikit ironi ketika melihat kenyataan bahwa adek-adek ini belajar di kelas yang ruangannya di bagi dua. Jadi dalam satu ruangan ada dua kelas dan pembatasnya hanya triplek tipis pendek, tingginya mungkin lima belas cm diatas tinggi saya. Sempat waktu itu saya bertanya ke adek-adeknya, “ Dek, kalau gurunya ngejelasin kedengeran gak sih? Kakak saja disini rasanya berisik banget “ dan jawaban dari adek-adeknya adalah “ Kadang ya gak denger kak, apalagi kalau rame. Tapi ya harus denger kak”. Duh, denger jawaban adeknya kok pasrah banget ya. Padahal saya yang jelasin terus kelas samping rame saja rasanya ke ganggu banget, apalagi adek-adeknya setiap hari seperti itu. Satu lagi sih yang buat saya sedih adalah ketika melihat foto presiden dan wakil presiden. Sudah setahun lebih Presiden kita ganti, tapi di kelas tersebut foto yang masih terpasang adalah foto Bapak SBY. Untung ketika saya tanya siapa presidennya, adek-adek tersebut tau.

Senam dulu sebelum belajar :)

Naik kereta api, tuuut tuuut tuuut...

Untuk kelas dua materi yang harus diberikan adalah kesehatan. Disana kita belajar tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, cuci tangan, sama profesi seputar kesehatan. Oh iya, di kelas dua kita juga main benar-salah gitu yang kaya di Indonesia Pintar. Gak hanya belajar kok, kita juga nyanyi – nyanyi bareng, bagi hadiah, tebak-tebakan, aaah banyak deh. Mana dedek kelas duanya aktif-aktif, saya jadi kerepotan sendiri. Karena ke asyikan kita hampir lupa istirahat. Di istirahat kita juga main-main sma adeknya, kita foto-foto lucu gitu deh.

Tidak-tidak, bisa jadi - bisa jadi :D

Ada memang beberapa anak-anak yang gemeshin, jahil, dan gak bisa diem. Namanya juga anak-anak, kalau mereka jahil dan sedikit bandel itu memang tahap perkembangan dan pencarian jati diri mereka. Yah, selama itu masih dibatas kewajaran aja sih. Karena kalau anak semakin dilarang dan banyak sekali mendengar kata “jangan” dia tidak akan semakin nurut tapi semakin penasaran dan mencoba hal-hal yang dilarang itu. Oleh sebab itu, bukan dilarang tapi dideketin dan diajak ngobrol ringan. Itu sih ilmu yang saya dapet ketika workshop mom apa gitu lupa, hehehe

Bersama adek-adek Kelas Dua :)

Setelah istirahat nih waktu yang paling menyedihkan. Waktu dimana kita harus berpisah dengan adek-adeknya. Sebelum berpisah adek-adeknya diminta untuk menulis cita-cita di pohon impian. Melihat semangat adek-adeknya yang gak padam untuk belajar dengan segala keterbatasan kondisi, harapan saya adalah semoga cita-cita mereka bisa tercapai setinggi pohon impian itu tumbuh. Ada juga sesi refleksi dimana kita benar-benar ngobrol dengan adeknya tentang bagaimana sekolahnya, keluarganya, dan kehidupannya dan dari situ diharap adek-adeknya tambah semangat belajar, sedikit motivasi semoga bisa tetap memberi arti ke adek-adeknya.

Sore harinya ada kerja bakti dan pengobatan gratis. Karena di acara itu juga banyak adek-adek yang datang, kitapun main-main ular tangga. Senangnya bisa mengulang masa-masa kecil bersama adek-adek ini. Semoga masa kecil mereka indah ya meskipun dengan berbagai keterbatasan. Dan malam hari itu ditutup dengan apik oleh penampilan paduan suara adek-adek serta fashion show baju daerah. Bicara tentang fashion show jadi inget sesuatu. Jadi dari kelas dua itu yang fashion show awalnya si Jesika sama David, latihanpun juga mereka. Tetapi di malam hari ketika akan tampil tiba-tiba David menghilang dan akhirnya digantikan dengan Arin. Ketika sudah siap semuanya, tiba-tiba nih ya si David muncul dengan muka polosnya. Karena kita gak tega sama David akhirnya David didandanin dengan alat seadanya. Dan hasilnya David dandan ala-ala Romawi gitu deh, specialnya nih yang dandanin si David Kak Dodi karena saya dan Kak Intan repot banget dandanin Jesika sama Arin. Eh, pas pengumuman malah si David ini yang menang jadi Kingnya, hehehe.

Dari Kiri itu ada Jesika, David, dan Arin :)

Selesai pensi, kakak-kakak 1000 guru berkumpul untuk bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lain. Kebetulan di TNT ini Kak Jemi sebagai founder dari 1000 guru berkesempatan datang. Diacara malam itu Kak Jemi sedikit berbagi cerita mengapa beliau bisa berpikiran untuk menciptakan suatu komunitas yang peduli dengan pendidikan di pedalaman, karena memang beliau dulu yang hidup di pedalaman merasa sangat terbatas untuk akses apapun terlebih lagi untuk pendidikan. Dengan adanya 1000 guru ini Kak Jemi berharap apa yang beliau alami tidak terulang ke adek-adek di pedalaman. Dan dengan kerja kerasnya, sekarang 1000 guru dijalankan hampir di seluruh provinsi di Indonesia dengan penggeraknya para muda-mudi peduli pendidikan.

MINGGU, 17 JANUARI 2016

Taraaa, penampakan Pantai Coro, Tulungagung :)

Agenda ngajar telah usai, waktunya kakak-kakaknya yang refleksi. Destinasi travelling kali ini adalah Pantai Coro Tulungagung. Jalannya dari tempat ngajar lumayan dekat tapi lumayan berliku juga, yah cukup buat saya mual sih. Setelah sampai parkiran kita perlu jalan sekitar 15-20 menit tergantung fisik ya kak. Jalannya cukup naik turun untuk melihat pantai nan elok itu. Tapi dijamin, setelah sampai pasti gak mau pulang seperti saya. Pantainya itu biru, ombaknya gak kecil tapi gak gede juga aman lah untuk liburan keluarga. Yang paling saya suka dari pantai ini adalah pantainya mirip seperti tanah lot, tapi ini versi jawanya dan tanpa puranya. Andai waktu itu badannya sehatan pasti saya nyemplung tuh.

Dari kiri ke kanan : Kak Umay, Kak Wira, Saya, Kak Upe, Kak Ummi, Kak Dien, Kak Naya, Kak Ajeng, Kak Anissa

Setelah cukup bermain – main dengan air dan foto – foto cantik, waktunya kami pulang ke tempat asli kami masing-masing. Sepanjang perjalanan pulang kami saling tukar id line, instagram, serta nomer hp. Harapannya meskipun kita berjauhan kita tetap bisa berkomunikasi. Ngelihat kenyataan kalau kita harus pisah ternyata sedih juga ya. Meskipun baru kenal dua hari ternyata perpisahan bagaimanapun bentuknya tetap menyakitkan. Aah, saya benci perpisahan

Terlepas dari itu semua, ternyata benar apa yang saya pelajari sewaktu saya SD dulu bahwa musuh dari bangsa Indonesia saat ini bukan lagi penjajah melainkan kebodohan dan kemiskinan. Oleh karena itu, pendidikan menjadi sebuah kunci penting untuk melepaskan Indonesia dari musuh-musuhnya tersebut. Dan sebagai orang-orang beruntung yang mendapatkan akses pendidikan yang bisa dikatakan lebih dari sekedar baik, alangkah mulianya jika kita menyempatkan waktu untuk berbagi dengan adek-adek yang kurang beruntung di luar sana.

Semoga apa yang saya dapatkan dari pengalaman beberapa hari tersebut dapat lebih memotivasi saya untuk rajin belajar dan semangat menggapai cita-cita. Sudah dikasih fasilitas lebih masih mau disia-siain shya? Malu noh sama mereka...

Eeeh lupa, terimakasih ya buat semua yang berperan penting dalam TNT ini. Semoga suatu saat nanti kita bisa ketemu lagi kak, menyenangkan kalo kita bisa dipertemukan di TNT lagi. Sukses buat kakak-kakaknya semua, sukses buat 1000 guru dimanapun berada, dan sukses buat adek-adeknya. Di tunggu meet up tipis-tipis atau ngecamp bareng makan bakso bakarnya :p

See you :))

nb: foto diambil dari berbagai hape random dan dari ig @1000_guru_malang


Sampai Jumpa 

Semoga bahagia ^^

sengaja penutupnya saya, biar tambah bahagia eaaa :p

You May Also Like

15 komentar

  1. wooaaa seneng banget liatnyaaa <3

    aku sendiri pengen gabung tp ga ngerti gimana caranyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo gabung, sering - sering aja pantengin ignya kak :)

      Hapus
    2. aku udah komen gituu tp ga pernah di bales kamu 100 guru daerah mana ?

      Hapus
    3. kepo aja di ignya kak, memang biasanya jarang di bales.
      kalau ada oprec TNT langsung aja daftar kak, kalau mau ikut :)

      aku 1000guru malang kemarin ikutnya :)

      Hapus
  2. Duh udah lama mau gabung sama 1000 guru tapi gimana caranya ya.
    Seneng aja sih ketika bisa berbagi gitu sama anak anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak ikutan, follow dan kepoin ignya aja :)

      Hapus
  3. wih, keren! salute! prok prok prok..
    guru itu memang orang yang paling berdedikasi di bidang pendidikan! :)
    eventnya oke juga. hahha, mikirin kejadian waktu si david hilang dan tiba2 muncul dengan wajah polos gue jadi ikut nggak tega. sungguh baik yak kawan2 guru mau dandanin dia seadanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, guru kan pahlawan tanpa tanda jasa :)
      yuk, ikutan seribu guru :)

      Hapus
  4. Sya aku pengen melu. Seru :( jak en a

    BalasHapus
  5. Hiks jd kangen anak anak didikku... udah setahun ngk ngajar lagi..

    Anyway kegiatannya seru bangeet... itu cara gabungnya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoo kak ngajar lagi, berbagi itu menyenangkan sekali :p

      follow dan rajin-rajin kepoin ignya kak :)

      Hapus
  6. Wah keren, bisa pergi mengajar seperti itu pastinya seru, saling berbagi semangat dan motivasi dengan adik-adik di sana.

    Saya salut dengan kakak-kakak yang dengan ikhlas meluangkan waktu untuk mengajar adik-adik kita yang ada di pedalaman sana.

    Oh iya, saya juga pernah merasakan ikut perjalanan jauh menaiki truck, saya mengerti bagaimana rasanya perjalanan jauh di dalam truck, he..he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak seru, ngelihat bocah SD yang masih polos-polosnya hehe

      rasanya semriwing ya kak, gak tau jalan sama sekali hehe

      Hapus
  7. Sy memberikan apresiasi yg baik terhadp kegiatan ini!

    BalasHapus

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)