Event

Kelas Insipasi Malang 3 : Selalu ada cerita di setiap inspirasi

23.10.00 Rizky Ashyanita 1 Comments

Coba cari saya yang mana?

Sejak kelas inspirasi 21 September 2015 lalu, grup rombel 55 yaitu rombel dimana saya tergabung didalamnya sudah beberapa kali membahas “Kapan kita kembali ke MI tempat inspirasi kita?” Awalnya banyak sekali rencana dari yang ingin belajar upacara, belajar pelajaran kewarganegaraan, sampai berkemah. Dan pada Sabtu kemarin tepatnya 20 Februari 2016 kami memutuskan untuk mengunjungi sekolah hari inspirasi kami kemarin yaitu MI ZAINUL ULUM GONDANGLEGI, MALANG setelah Mbak Neser sedikit mengompori para relawan dengan kunjungan Mbak Neser ke SD di Gresik sebagai kunjungannya setelah KI Gresik. Banyak sekali hal-hal yang sedikit menghalangi langkah kami untuk mengunjungi MI tersebut, dari mulai rencana yang terbilang mendadak sampai relawan yang tiba-tiba membatalkan keikutsertaannya untuk berkunjung ke MI. Tapi karena kita percaya bahwa niat baik akan dilancarkan oleh Tuhan, akhirnya kami memutuskan untuk tetap berangkat dengan segala keminiman, minim persiapan dan relawan.

1 komentar:

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)

Travelling

Lawu 3265 mdpl, Pengalaman pertama yang membuat saya kuat

12.42.00 Rizky Ashyanita 7 Comments

Dulu, waktu punya pacar haha. Padahal mah, buat anak kelas J haha

Bapak pernah berkata, “Jadi anak perempuan itu gak usah macem – macem. Inget, kamu itu bagaikan dagangan ibu bapak. Anak perempuan bukan seperti laki-laki yang membeli.”.

Kalimat itu yang sampai detik keberangkatan saya ke Lawu yang saya inget. Dilarang, tapi karena penasaran saya tetap memaksa untuk ikut mendaki bersama 5 teman SMA saya. Mungkin memang orang tua saya sayang kepada saya, sehingga melarang saya untuk naik gunung terlebih mengingat kejadian semasa saya SD terjatuh sewaktu maen basket dan kedua tempurung lutut saya geser. Dari kejadian itu saya amat sangat dibatasi, gak boleh maen basket lagi, gak boleh lari – lari jauh, apalagi naik gunung, sudah pasti dilarang. Karena saya sudah merasa terlalu lama diam dan hanya menerima nasib, akhirnya waktu itu saya memohon kepada orang tua saya untuk sekali ini mengizinkan keinginan saya. Dan dengan berat hati, mereka mengizinkan saya dengan jaminan setelah dari sana saya gak boleh ngeluh capek atau bercerita tentang kesusahan saya disana. Oke, saya terima persyaratan dari orang tua saya tersebut.

3 Agustus 2014 adalah waktu yang kami pilih untuk berangkat. Anggota dari pendakian ini adalah Antina, Gita, Bagas, Grendika, Tommy, dan saya. Awalnya tidak ada keraguan sama sekali dari kami untuk mendaki malam itu, tetapi mengetahui kenyataan bahwa salah satu teman saya Antina sedang berhalangan membuat kami berpikir ulang untuk mendaki. Gunung Lawu yang menjadi target kami untuk mendaki adalah salah satu gunung yang terkenal sedikit mistis. Banyak sekali pantangan untuk mendaki gunung tersebut salah satunya adalah kebersihan diri. Menurut orang-orang disana, wanita yang sedang berhalangan adalah wanita yang sedang tidak bersih atau tidak suci sehingga masyarakat sekitar menyarankan untuk tidak melakukan pendakian. Tidak hanya itu saja sih, warna baju juga menjadi pantangan disana. Konon, pendaki yang memakai baju berwarna hijau tidak akan selamat dalam pendakian dan banyak pantangan-pantangan lainnya yang saya lupa, hehe

7 komentar:

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)