Diary

Dari Wagir Hingga Riverside

21.16.00 Rizky Ashyanita 0 Comments



Haloo, saya kembali lagi setelah sebulan tidak menjamah blog ini dengan sebuah cerita saya di hari Minggu kemarin.

Jadi Minggu, 9 April 2017 kemarin saya dan teman-teman kabinet dari EHM rapat. Rapatnya rada beda dari biasanya. Yah biasanya kami rapat di cafe atau di taman tapi hari itu kami memutuskan untuk rapat di salah satu rumah teman kami yaitu Aldike.

Kami bersepuluh dengan anggota Mbak Ilma, Tiara, Salsa, Amanda, Ogix, Frido, Fikri, Mas Dimbo dan Saya berangkat ke rumah Dike sekitar pukul 9 yang sebelum itu ada drama nunggu Frido (like as usual doi selalu telat) di pom bensin jam set 7 janjiannya tapi baru berangkat jam set 8. Kami gak langsung kerumah Dike, tapi kami Salsa dulu soalnya cuma Salsa yang tau rumahnya Dike. Setelah sampai dirumahnyas Si Salsa kami gak langsung cuss ke rumah Dike karena kami sarapan dulu. Biasalah awalnya enggak, enggak, eh giliran satu orang ambil sarapan yang lainnya ngikut ya udah deh pada sarapan semuanya. Setelah sarapan itulah kami baru berangkat yang bener-bener berangkat.

Sekitar 30 menit kami sudah sampai di rumahnya Dike. Deket ternyata, gak kaya yang dibilang anak-anak kalo rumah Dike yang tepatnya ada di Wagir itu jauh. Sampai di rumah Dike kami ditawarin sarapan, karena kami sudah sarapan akhirnya kami menolaknya dan mengusulkan untuk di jadikan makan siang saja.

Rapat dimulai, banyak pembahasan kali itu. Tapi karena banyak guyonnya jadi gak kerasa sudah Dhuhur dan rapat diakhiri. Setelah makan siang dan sholat kami meneruskan agenda untuk #explorewagir. Sayang sekali, Frido dan Ogix ada urusan jadinya gak ikut agenda selanjutnya. Awalnya kami mau ke salah satu coban yang ada di Wagir namanya Coban Glotak tapi karena waktu yang sudah siang dan jauhnya perjalanan ke coban itu akhirnya kami memutuskan untuk ke Sumber Sira yang ada di GondangLegi.

sumber sira pas sepi (dapet di sini )

Oh iya, sebelum itu sebenernya saya sudah pernah ke Sumber Sira sewaktu Kelas Inspirasi (ada disini kalo mau baca). Bedanya perjalanan saya ke Sumber Sira kali ini dengan sebelumnya selain beda orang juga beda rute. Rute kali ini kami bisa membawa motor masuk sampai parkiran beda dengan rute kemarin yang harus tracking melewati sawah. Sayangnya jalannya masih makadam gitu, jadi kalau hujan ya becek dan sedikit sulit. Sumber Siranya sih masih sama, Cuma sekarang lebih ramai pengunjung, ramai warung yang menjual makanan ringan hingga berat, bahkan ada juga yang berjualan celana buat ganti. Oh iya, untuk tiket masuk ke Sumber Sira satu orangnya dikenakan tarif 3000 dan 2000 untuk parkirannya.

Fikri dan mas dimbo slulup wkwk

Minggu itu saya tida senekat pertama kali saya ke Sumber Sira, iya kali ini saya gak tergoda untuk nyemplung. Alasannya karena sudah pernah, gak bawa ganti juga, males rempong, dan juga ramai. Tapi dua teman saya Fikri dan Mas Dimbo tergoda untuk nyemplung. Saking semangatnya mereka sampai-sampai celana Fikri robek. Mana robeknya gak kira-kira lagi, masa iya robek dari depan sampai belakang.

ini under waternya ( dapet di sini )

Setelah lelah, akhirnya kami sepakat untuk pulang. Eh, tunggu dulu. Cerita tidak berakhir sampai disinii. Jadi sebenernya kami itu ada bertigabelas, nah si Fuad berhalangan hadir ada urusan. Si Ojan karena masih kuliah doi ada praktikum dan Si Aldo gak bisa dateng karena operasi mata ikan. Jadi setelah kami dari Sumber Sira kami setuju untuk menjenguk Aldo di Riverside. Kalo orang Malang pasti tau dari Wagir ke Riverside itu jauhnya kaya apa, yah buat gambaran sih bisa dikatakan dari ujung ke ujung. Namanya juga sayang, sejauh apapun pasti dijengukin sama kami hahaha.

Dirumah Aldo kami dibuat ketawa karena cerita Mamanya si Aldo kalo si Aldo ini 3 dari 100 pasien dokter itu yang di operasi nangis dan teriak-teriak heboh. Bayangin aja deh, Si Aldo ini mahasiswa akhir atlet renang pula udah umurnya gede badannya juga tapi nangis di operasi. Ya mungkin memang sakit sih, tapi kaya lucu aja gitu kalo inget kelakuannya tapi dioperasi mata ikan nangis. Mana doi di godain mulu sama adeknya, haha

Pelajaran yang bisa saya ambil dari sakitnya Aldo adalah “Kalo kemana-mana jangan lupa pake sandal”. Gitu kali ya do ya?

Selesai cerita saya di Minggu ceria. Meskipun gak ikut naik delman istimewa dan duduk dimuka sama ayah di kota karena ayah saya di Ngawi. Saya bahagia banget bisa berkunjung kerumah teman-teman saya. Rasanya home sicknya sedikit terobati.

Sampai Jumpa

Semoga Bahagia

You Might Also Like

0 komentar:

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)